Fiksi

Lukisan Kenangan

Masih terngiang di kepalaku rekam jejak masa lalu yang tak lekang terhimpit waktu. Seolah terus-menerus memelukku dalam kepingan neraca kehidupan saat itu. Darinya aku mendapatkan arti tetes keringat yang berguguran ini. Dan darinya pula aku mulai memahami hakikat ikhlas sejati. Rekam tapak kecilku yang senantiasa berjaualan di sore hari, mengelilingi perumahan-perumahan hingga taman kota. Hanya

Ruang Hampaku

Karya: Wildah Wardiyyah Umar*  Kau hadir tiba tanpa abaMengisi ruang hampakuAtas ribuan luka yang sedang kualamiKau menjadi penyembuh luka lama ku Sikap hangatmu yang selalu memeluk kesepiankuMenyihirku  hingga tak punya alasan untuk tidak menjadikanmu bahagiakuSikap mu, jebakanku Dibalik itu semua,Hadirmu tak benar nyataSeparuh hatimu ada pada hati lama muSejak itu, kuikhlaskan membiarkan langit yang memelukmu

Scroll to Top