Pengawas: Pelaksanaan PTMT SMASA Dapat Nilai 93,75

Dra. Endang Sulistiowarni dan Drs. Soejatno, M.Si, Pengawas Korwas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Situbondo-Bondowoso meninjau langsung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMA Negeri 1 Situbondo, Selasa (7/9). Hasilnya, SMASA mendapat nilai 93, 75 dari Pengawas yang artinya pelaksanaan PTMT di SMASA terbilang sangat baik.

Menurut Pak Yatno, ada sejumlah kriteria yang menjadi tolak ukur penilaian sehingga SMASA berhak mendapat predikat sangat baik. Mulai dari administratif, sarana prasarana penunjang, hingga kepatuhan terhadap prokes.

“Secara umum, instrumen monev PTMT meliputi: prosedur tahapan kesiapan sekolah, dukungan pelaksanaan PTMT dari unsur terkait, sarana-prasarana protokol kesehatan, persiapan dokumen atau administrasi pembelajaran, serta supervisi, montoring dan evaluasi. Nah, dari hasil monev, 5 hal tersebut lengkap di SMASA,” ungkap Pak Yatno.

“Yang paling penting juga, guru dan siswa harus sudah divaksin. Nah, SMASA sudah melaksanakan itu,” lanjut Pak Yatno.

Setelah meninjau kelengkapan administratif, Pengawas melanjutkan peninjauan dengan mendatangi kelas-kelas untuk melihat suasana pelaksanaan PTMT. Pak Yatno mengungkapkan bahwa guru dan siswa melaksanakaan semua prokes dengan baik.

“Semua saling mendukung. Ini tentu harapan kita semua bahwa PTMT dapat dilaksanakan dengan tertib dan aman,” lanjutnya.   

Pak Yatno juga mengingatkan kepada semua pihak di SMASA untuk saling menjaga tartib yang sudah disepakati bersama. Ia juga mengajak semua dewan guru untuk saling mengingatkan tentang taat prokes, terlebih kepada siswa.

“Bapak Ibu guru serta tenaga kependidikan harus lebih peduli dengan situasi dan kondisi sekolah terhadap protokol kesehatan. Hal ini perlu dipahami karena siswa sedang bahagia dan senang ketemu teman seangkatannya yang sudah cukup lama melaksanakan PJJ, kemudian akhirnya lupa terhadap prokes (missal bergerombol, lupa tidak pakai masker, dll) maka Bapak/Ibu guru dan tenaga kependidikan harus segera mengingatkan. Sehingga PTMT di SMASA dapat berjalan dengan lancar dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” pungkas Pak Yatno.

Eko Adi Harijanto, S.Pd selaku Waka Kurikulum yang menemani Pak Yatno berkeliling meninjau pelaksanaan PTMT mengatakan pengawas mengambil beberapa sampel kelas sebagai rujukan penilaian.

“Tadi ada tiga kelas yang menjadi sampel penilaian. Pengawas bilang, pelaksanaan PTMT kita sudah sesuai dengan apa yang termaktub dalam SE Gubernur Jatim tentang pelaksanaan PTMT Terbatas,” tutur Pak Eko.

Sementara itu Kepala SMASA, Drs. Nurhidayat Yuliadi, M.Pd., mengaku bangga dengan perolehan nilai yang diterima SMASA. Menurut Pak Nur, kebersamaan adalah kunci meraih kesukseskan dalam hal apapun.

“Saya berharap kita bisa terus konsisten dengan gerakan-gerakan baik dalam penanggulangan Covid-19. Ikhtiar lahir batin kita giatkan terus. Semua harus jadi agen penyadaran kepada masyarakat tentang perlunya menyudahi pandemi ini bersama-sama. Tekadkan untuk selalu berjihad melawan pandemi sesuai kemampuan masing-masing,” ajak Pak Nur.  

Pelaksanaan PTMT di SMASA berlangsung hampir sebulan. Selama pelaksanaan, semua pihak mengikuti setiap aturan dengan baik. Mulai dari ketaatan terhadap prokes, ikhtiar batin berupa doa bersama hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait yang terus digiatkan.   

Penulis: Moh. Farhan, S.S. | Foto:  Wahyu Ferdian, S.Pd

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top