Pramuka SMASA Belajar Berdemokrasi melalui Muspen

Sabtu (4/9), Gugus Depan 08.001 dan 08.002 Pangkalan SMA Negeri 1 Situbondo mengadakan Musyawarah Penegak (MUSPEN) tahun 2021 secara daring dengan menggunakan platform google meet. Acara sengaja digelar secara virtual untuk mendukung progam pemerintah tentang PPKM.

“MUSPEN tahun ini dilaksanakan secara daring karena tuntutan untuk memenuhi aturan prokes yaitu menghindari kerumunan dan menjaga jarak,” tutur Kak Ibnu, Pembina Pramuka.

Acara Muspen tersebut dipimpin oleh 3 pimpinan sidang dari Pramuka Penegak Ambalan antara lain: Aga, Nadira, dan Urfa dengan peserta MUSPEN adalah Pramuka Penegak, Calon Pramuka Penegak, dan Tamu Ambalan. Muspen merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang melatih anggota Pramuka untuk bermusyawarah, dan mengambil keputusan secara mufakat. Hal tersebut dapat melatih Pramuka untuk mengembangkan sikap berkerja sama, saling menghargai dan cermat dalam mengambil keputusan.

“Meskipun dilakukan secara daring tetapi prinsip pelaksanaan musyawarah seperti penyampaian pendapat secara sopan, argumentatif, menghormati pendapat peserta lain dan kesempatan bertanya secara adil untuk semua peserta dapat terwujud,” ujar Kak Ibnu.

Muspen tahun ini memberikan kesempatan kepada Pengurus Ambalan periode 2019-2021 untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas progam kerjanya. Ada beberapa rencana kerja yang tidak terlaksana karena pandemi Covid-19 antara lain: Pengembaraan dan Napak Tilas tetapi kepengurusan ambalan tahun 2019-2021 menorehkan prestasi yang gemilang yaitu juara 1 dalam lomba pramuka tingkat kabupaten Situbondo dalam bidang lomba “I am presiden” dan memperoleh juara harapan 1 dalam bidang lomba vlog “pramuka di masa pandemi”.

Ambalan yang dipimpin oleh Pradana Aga juga dapat menyelenggarakan Penerimaan Tamu Ambalan(PTA) di tengah pandemi Covid-19 dengan sukses. Pembentukan Kepengurusan Dewan Ambalan yang baru juga menjadi agenda dalam muspen tahun ini dengan terpilihnya Muhammad Helmy Yahya sebagai Pradana ambalan Garuda dan Viora Sifana Haristi sebagai Pradana Ambalan Merpati

Muspen memberikan pengalaman yang sangat berharga kepada peserta Pramuka Penegak yang semuanya adalah anak-anak muda berusia 16-20 tahun. Mereka dapat belajar berdemokrasi secara langsung melalui praktik bermusyawarah, pramuka tidak hanya menerima teori belajar tetapi juga langsung dapat mempraktikkannya secara baik.

Peserta Muspen merasa senang karena mendapat ilmu dan pengalaman sebagai bekal menempuh masa depan.

“Senang, saya bisa menambah pengalaman kegiatan kepramukaan. Saya jadi tahu alur muspen yang sesuai dengan ketentuan kepramukaan,” ucap Nadira, Penegak Ambalan SMASA.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pandemi tidaklah menghalangi kita untuk berkreasi dan berprestasi. Pandemi memberikan kita semangat untuk belajar menyelesaikan masalah dan tantangan. Dengan memanfatkan teknologi kita dapat beradaptasi dengan keadaan ini.

Penulis: Damai Yulisstyawan, S.Pd., Gr. | Editor: Moh. Farhan, S.S.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top